Saturday, October 3, 2009

Sisi Si Manusia

Manusia layak sekeping logam
selalu saja punya dua sisi
Sebelah sini sisi pertama 
dan sebelah lagi yang kedua

Bagai sekeping logam
manusia pun diputar
Mengitar dalam hidup
hingga pusarannya meredup

Dinanti sisi yang baik hati
saat pusarannya berhenti
Namun sungguh ironis
yang acap muncul malah yang bengis

Aku manusia...
di sisi manakah aku?

Titik-titik

titik memulai segala sesuatu,


dari setitik tinta penyair

sebait puisi akhirnya lahir,

dari setitik malam pembatik

terbukalah sebuah butik

 

kar’na setitik gigitan nyamuk

ribuan orang terpaksa dibesuk,

dan oleh jerawat setitik

maka rusaklah paras si cantik


titik mengakhiri segala sesuatu...

 

sebagai tanda ketegasan

hakim berkata, “Titik!” diakhir keputusan,

para pejuang kemerdekaan

berjuang hingga titik darah penghabisan

 

titik wajib ada bila kalimat telah usai,

bahkan tanda serupun berujung pada sebuah titik!

 

lalu apa yang ada di antaranya...?

 

semuanya tergantung padamu, dan padaku,

menjadi titik titik dalam hidup kita.. 

Thursday, October 1, 2009

Mainan Baru

Hari terasa begitu seru
maklum ada mainan baru
bisa dimainkan sesuka hati
bebas dibikin apa saja

Mau serius, OK!
Mau jayus, terserah gue!
Mau romantis, yes please :)
Mau blak-blakan, silakan...

Aku sedang menikmati
berbulan madu dengan para jemari
berdua mencipta kata-kata hati
muntahan emosi diri



Wednesday, September 30, 2009

Use it carefully or lose it tragically?

Beberapa hari lalu, seorang teman berbibir sexy menyentil gue dengan celetukannya:

"Klo ngga dipake, lama-lama ilang lho!"

Apanya yang ilang? 

Kami sedang asyik membicarakan hal yang menjadi kesukaan kami berdua, yaitu menulis. Maksudnya, klo gue udah jarang nulis, kemampuan menulis gue akan menurun dan pada akhirnya raib dilahap waktu, sadis berkesan mistis...

Yup... itulah yang akan terjadi kalau kita menyia-nyiakan pemberian Sang Khalik. Sesuatu yang gratis tapi super mahal, yang Tuhan hadiahkan ke masing-masing kita. Orang jadul nyebutnya 'bakat alam', anak-anak sekarang menyebutnya talenta; sedangkan orang bule dengan elegan menyebutnya 'gift'.

Tiap individu yang namanya manusia (tanpa kecuali) pasti punya talenta.

Mungkin ada yang beranggapan, talenta itu sifatnya warisan.

"Klo bokap gue Affandi, otomatis gue jago ngelukis."

"Andai saja mamaku Agnes Monica, pastilah aku multi-talented."

Oh really? Hmm…ketimbang mikirin kita anak siapa, alangkah lebih bijaksana kalau kita gali diri dan temukan talenta apa yang Tuhan telah karuniakan.

Ahaa!! Ketemu!!

Talenta gue menulis! Aku piawai dalam mengajar! Saya memiliki suara emas! I’m a good listener! Sedangkan aku memiliki senyum malaikat!

So what??

Talenta akan berkembang dan bertambah bila dipakai dengan baik, namun akan ‘hilang diambil’ bila dibiarkan begitu saja. Jadi adalah tanggung jawab tiap orang untuk mengoptimalkan talentanya dengan sebaik-baiknya.

Akhirnya…

Klo lu bisa nulis, tulislah hal-hal yang positif;

bila kamu seorang pengajar, cerdaskanlah bangsa ini;

buat kau sang biduan, biarlah merdumu sejukkan hati;

hai kamu pendengar yang baik, jadikan hadirmu penenang jiwa yang resah; 

dan kau, gadis dengan senyum malaikat, redamkanlah amarah dunia.

 

Tuhan telah berikan bakat, agar kita menjadi berkat!

Use it carefully or lose it tragically?