Ia terlelap..
ngiler dan mangap...
Bersama alunan si kursi reyot ia terseret
ke alam mimpi kaya fantasi khas lelaki
Sesekali mimiknya merintih,
kala kenangan masa perangnya menghantui
Seketika lesung kempotnya berseri
saat terbayang mendiang sang istri
Ku terus tatap wajah keriput itu
Wajah penuh pahit getir dan asam garam dunia ini
Tiap kerut di dahi punya kisah mereka sendiri
Di wajah pulas itu
kutemukan masa lalu
Masa-masa penuh peluh dan pilu
yang membuatku merinding ngilu
Sungguh berat jerih juangmu
demi hidup dan kehidupan
Begitu singkat mudamu
kauhabiskan bersama waktu
Sekarang, istirahat semaumu, Kek!
Nikmati mimipimu...hingga malaikat menjemputmu...
Aku takkan membangunkanmu
No comments:
Post a Comment