Thursday, October 14, 2010

Sayembara di Surga


Suatu ketika Surga menggelar sayembara, gemanya menggemparkan nusantara. “Urgently required!” seru Mikael (malaikat berkebangsaan Inggris). Dicari: seorang laskar dan seorang pejuang yang akan ditempatkan di bawah pimpinan Kristus, Sang Anak Allah. WooW! Sungguh suatu kebanggaan dan kehormatan yang tak tertandingi bila dapat terpilih! Tak heran, kompak serempak seluruh warga nusantara berdesakan mendaftar, rapih berbaris dalam waiting list. Tibalah giliran pertama.

Muncullah seorang pendekar. Dengan percaya diri yang berkelimpahan ia berkata: “Dengan jurus-jurus yang telah kuhafalkan dan kulatih dari masa ke masa, aku yakin seyakin-yakinnya, pastilah aku yang paling cucok untuk menjadi laskar Kristus!”. Namun dengan lirih Mikael berkata: “Tue pu chi Mr. Lee, bukan Anda yang kami cari. Say sayonara to this sayembara, sampai jumpa lagi.”. Next!

Majulah seorang milyarder, yang kalo ngitung duit keder (saking banyaknya). Katanya seraya mengipas-ngipas gepokan gobanan: “Dengan harta yang kumiliki ini, rasanya akulah yang paling layak duduk di kursi pejuang di bawah pimpinan Kristus. Bahkan dengan uangku, aku bisa menjadi investor asing di tanah Surga ini!” Lalu sahut Mikael: “I'm really sorry Mr. Richie, tapi saya rasa uang Anda saja takkan cukup untuk biaya peremajaan Jl. Raya Surga Blok H1 yang beraspalkan emas ini. Bye-bye, please check your belongings and step carefully, thank you.” Next, next...

Lalu datanglah seorang belia menuntun seorang lansia (mungkin engkongnya). Anak belia ini berkata: “Aku tak punya apa-apa Pak Mikael, tapi aku pengen banget jadi laskarnya Tuhan. Kapan saja Tuhan butuh dan mau pakai aku, aku akan siap sedia.” Kemudian sang kakek menyambung: “Iya, saya juga Nak Mikael, saya orang ngga punya. Tapi sebagai rasa sukur saya sama Tuhan selama hidup saya, ijinkan saya jadi pejuangnya Tuhan. Saya akan mengabdi, saya akan setia.” Ehm...ehm... sambil terharu malaikat Mikael berkata: “Bapak-bapak, ibu-ibu yang saya kasihi di dalam Tuhan, saya rasa sayembara kali ini telah selesai. Silakan bapak ibu pulang dan mempersiapkan diri untuk sayembara berikutnya. Bubar jalan!” A...apa?? What?? Warga pun terus bertanya-tanya. How come Mr. Mikael??

Kemudian dengan penuh wibawa dan mulia, Kristus bangkit dari takhta-Nya dan berkata: “Tatkala aku mencari laskar, aku bukan cari yang kekar, atau yang sudah pakar. Ketika aku mencari pejuang, aku juga tidak mencari yang beruang. Yang kucari adalah hati. Tak peduli belia atau lansia, asalkan s'lalu sedia serta setia.”

No comments: