Bila detik
ini Anda ditembak dengan sebutir pertanyaan, “Satu hal terpenting apa yang paling
Anda inginkan?”. Apa jawaban Anda? Buat Anda yang masih jomblo, seorang pacar
pastilah Anda incar. Buat Anda yang lima menit lagi memasuki ruang sidang akhir
skripsi, pastilah Anda mendambakan lulus dengan mulus. Buat Anda pengidap
kanker stadium empat, pastilah Anda berharap mukjizat itu nyata.
Satu pertanyaan dan satu jawaban dari masing-masing kita
bila dijumlahkan akan menjadi sebuah bilangan tak terhingga. Sebuah simbol
infinit yang akhirnya tiada ujung. Tidak bisakah kita semua sepakat untuk
memberi jawaban yang sama? Mungkinkah kita memimpikan cita-cita yang sama? Toh, kita sama-sama manusia, sama-sama
lahir dari rahim mama, dibesarkan di pelukan dan didikan papa; sama-sama
menghitam karena terik mentari yang sama; sama-sama akan mati di kala usia
senja.
“Apa yang paling penting?” Satu pertanyaan ini sungguh
membuat saraf-saraf otakku bekerja sangat keras! Apakah yang terpenting untuk
kita raih di dunia fana ini? Satu hal universal yang disepakati oleh semua
insan penghuni bumi ini? Bukankah jauh lebih mudah memenuhi satu keinginan
ketimbang banyak impian?
Namun lagi-lagi, acapkali terbersit satu hal di benak, maka
hal itu akan langsung ditentang oleh pikiran lainnya. Satu tampil, yang lain
diam-diam menyempil. Tidak ada yang mau mengalah, apalagi harus kalah. Sampai
akhirnya aku pun lelah, putus asa dan akhirnya jatuh pada sebuah kesimpulan
bahwa, satu hal yang terpenting untuk diraih bukanlah seorang pacar idaman,
bukan juga prestasi akademis, bukan harta, bahkan bukan juga mukjizat
supranatural. Satu hal terpenting untuk diupayakan adalah kau dan aku punya
satu pemikiran yang sama, satu visi yang sama, mengayuh satu ‘rakit’ di banjir
yang sama; karena itulah satu-satunya cara agar kita bisa mewujudkan banyak hal
indah di alam semesta kita.
“When we have ‘the same one
thing’, we can make difference in many things.”
Salam Satu Hati. One HEART. =p
No comments:
Post a Comment